Senin, 23 November 2015

perlawanan rakyat indonesia terhadap bangsa barat

PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP BANGSA BARAT INDENTIFIKASI HAL – HAL YANG TERKAIT DENGAN BERBAGAI PERLAWANAN RAKYAT INDONESIA TERHADAP KEKUATAN BANGSA BARAT No Nama Perlawanan Rakyat Terjadi Faktor Penyebab terjadinya Tokoh – tokoh Musuh yang dilawan Akhir Perlawanan 1 Ternate 1521 – 1575 1. Portugis berusaha untuk melakukan monopili perdagangan 2. Portugis ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan 3. Portugis bertindak sewenang – wenang dan menindas rakyat 4. Portugis memandang rendah rakyat Ternate 1. Sultan Tabarji ( Dajalo ) 2. Antonio Galvao 3. Sultan Hairun 4. Sultan Baabullah Bangsa Portugis Berkat kegigihan Sultan Baabullah pada tanggal 28 Desember 1575 Portugis dihalau keluar dari Maluku 2 Aceh 1513 – 1629 1. Portugis merupakan saingan Aceh dalam perdagangan di kawasan selat Malaka 2. Portugis ingin menyebarkan agama katholik yang tidak bias diterima Aceh sebagai kerajaan Islam 1. Sultan Ali Mughayat Syah 2. Sultan Alaudin Riayat Syah 3. Sultan Iskandar Muda Bangsa Portugis Pada tahun 1629, Sultan Iskandar Muda melakukan serangan besar – besaran ke Malaka tetapi dapat digagalkan oleh Portugis 3 Demak 1511 – 1527 1. Kedatangan Portugis ke Malaka mengacam kedudukan Demak sebagai kota pelabuhan 2. Kedatangan Portugis ke Malaka mengacam kedudukan pedagang – pedagang Islam 1. Katir dari Jepara 2. Adipati Unus ( Pati Unus / Pangeran Sabrang Lor ) 3. Fatahillah Bangsa Portugis Fatahillah berhasil mengusir Portugis yang ingin bekerjasama dengan Kerajaan Hindu Pajajaran 4 Ternate 1605 – 1680 1. Perlakuan VOC terhadap rakyat Ternate yang sangat kejam 2. VOC mempraktekan monopoli dagang dengan system pelayaran Hongi dan ekstirpasi 1. Kakiali 1635 2. Telukabesi 1646 3. Kaicil Saidi 1650 – 1680 4. Sultan Ternate 1675 VOC Perlawanan terhenti setelah Kakiali terbunuh VOC Pada tahun1646 berhasil dipadamkan VOC Pada tahun 1680 VOC berhasil menumpasnya 5 Tidore 1780 Penolakan Sultan Jamaludin untuk menyerahkan Seram Timur kepada VOC Sultan Jamaludin VOC Pada tahun 1780 Sultan Jamaludin ditangkap dan diasingkan ke Batavia 1805 Pengangkatan sultan baru menimbulkan kemarahan putra sultan Jamaludin yang bernama sultan Nuku Sultan Nuku VOC Pada tahun 1805 Sultan Nuku berhasil mengusir VOC dari Tidore. Kemudian diangkat menjadi sultan Tidore dengan gelar Sultan Syaifuddin 6 Mataram 1613 – 1645 1. VOC tidak mau mengakui kekuasaan Mataram 2. VOC merintangi cita – cita Sultan Agung 3. VOC merintangi perdagangan Mataram dengan Malaka Sultan Agung VOC Karena mengalami dua kali kegagalan, akhirnya Sultan Agung memutuskan untuk mengganti haluan politiknya dengan menjalankan blockade ekonomi terutama perdagangan beras yang menjadi monopoli VOC pada saat itu 1645 - 1667 Pengganti Sultan Agung yaitu Amangkurat I merupakan seorang raja yang lemah dan bertindak kejam, sewenang – wenang terhadap rakyat dan bersahabat dengan VOC Trunojoyo ( bupati Madura ) Macan Wulung dari Madura Timur Panembahan Romo dari Giri Kraeng Galesung dan Monte Marano dari Bugis serta Raden Kajoran dari Bagelen VOC Amangkurat I melarikan diri ke Tegalarum dan digantikan Amangkurat II serta berhasil meredam perlawanan Trunojoyo dengan dibunuhnya Trunojoyo oleh Amangkurat II dengan bantuan VOC 1685 – 1706 Kebencian terhadap kesewenang – wenangan prajurit VOC. Untung Suropati ( Adipati Wiranegara ) Kapten Tack Herman de Wilde Amangkurat III VOC Pada tahun 1706 Untung Suropat terbunuh pasukan VOC yang dipimpin Herman de Wilde Amangkurat III melanjutkan perlawanan terhadap VOC, tetapi karena prajuritnya kalah kuat maka pada tahun 1707 ia ditangkap dan diasingkan ke Sri Langka 7 Kerajaan Banten 1651 VOC merebut Jayakarta pada tahun 1619 Sultan Ageng Tirtayasa VOC Sultan Ageng Tirtayasa dapat ditawan VOC 1750 Mengusir VOC dari Banten Kiai Tapa VOC Dapat dipatahkan VOC 1752 Syech Yusuf VOC Perlawanan berakhir setelah pusat pertahanan syech Yusuf di Tongilis dapat direbut VOC 8 Kerajaan Makasar VOC menuntut monopoli perdagangan di Makasar, tetapi ditolak akibatnya muncul beberapa kali ketegangan antara kedua belah pihak Sultan Hasanuddin Karaeng Tallo Karaeng Popo Karaeng Karunrung Cornelis Speelman Kapitan Yonker VOC Pada tahun 1667 VOC dibawah pimpinan Kapitan Yonker berhasil mengalahkan Makasar. Pada 18 November 1667, Sultan Hasanuddin dipaksa mendatangani Perjanjian Bongaya 9 Perang Aceh 1873 – 1904 1. Belanda ingin menguasi Acah 2. Letak Aceh sangat strategis 3. Pelayaran Belanda di Selat Malaka sering diganggu oleh pelaut Acah 4. Traklat Sumatera 1871 memberi peluang Belanda untuk menyerang Aceh 5. Pada 22 Maret 1873, Komisasris Belanda, FN. Nieuwen Huysen menuntut agar Aceh mengakui kedaulatan pemerintah Kolonial Belanda namun ditolak oleh Sultan Mahmud Syah. F.N. Nieuwen Huysen Sultan Mahmud Syah Panglima Polim Teuku Cik Di Tiro Cut Nyak Dien Teuku Ibrahim Teuku Leueng Bata Teuku Tapa Muhammad Dawud Teuku Mad Amin Cut Meutia Cut Banta Colonial Belanda Pada tahun 1900 laskar Aceh mendapat tekananan dari Belanda melalui penyerangan dan kekejaman di luar batas kemanusiaan. Pada 1899 Teuku Umar gugur dalam pertempuran sengit di Meulaboh Pada 1903 Sultan Muhammad Dawud Syah dan Panglima Polim menyerah kepada Belanda. 9 Perang Banjar 1859 – 1863 1. Belanda ingin menguasai daerah banjar yang banyak menghasilkan intan, emas, lada dan batubara. 2. Belanda berusaha memaksakan monopoli perdagangan di Banjar 3. Belanda ikut campur tangan dalam urusan intern Kerajaan Banjar 4. Belanda mengumumkan penghapusan Kerajaan Banjar Prabu Anom Pangeran Hikayat Pangeran Antasari Kolonial Belanda Kekuatan rakyat Banjar semakin melemah sejak wafatnya Pangeran Antasari ( 1862 ) serta tertangkapnya beberapa tokoh pimpinan. 10 Perang Jagaraga 1846 – 1906 1. Berlakunya Hak Tawan Karang bagi raja – raja Bali 2. Belanda menuntut supaya hak Tawan Karang dihapus, dan raja – raja di Bali mau mengakui kekuasaan Belanda di Bali serta mau melindungi perdagangan di Bali Raja Buleleng Jenderal Michiels Kolonial Belanda Pada 1849 Belanda kembali menyerang Benteng Jagaraga setelah mendapat bantuan pasukan dari Batavia. Serangan tersebut dibalas oleh rakyat Bali dengan ‘ Perang Puputan ‘ Setelah benteng Jagaraga jatuh, serangan diarahkan ke Klungkung, Karangasem dan Gianyar. Baru pada 1906 Belanda dapat menegakkan kekuasaannya di Bali. 11 Perang Padri 1821 – 1837 1. Adanya pertentangan antara kaun Adat dengan kaum Padri 2. Adanya Campur tangan Belanda untuk membantu kaum Padri Haji Miskin Haji Sumantik Haji Piabang Tuanku Imam Bonjol Datuk Bandaro Kolonial Belanda Pada 25 Oktober 1833 Belanda mengajak Kaum Padri untuk berdamai dengan dikeluarkannya Plakat Panjang Pada bulan Juni 1834 Belanda menyerang kaum Padri lagi. Pada 21 September 1837 Benteng Bonjol jatuh ke tangan Belanda Pada 28 Oktober 1837 Imam Bonjol ditangkap dan diasingkan ke Cianjur kemudian dipindahkan ke Minahasa. 12 Perang Diponegoro 1825 - 1830 1. Sebab umum : a) Adanya kekecewaan dan kebencian kerabat istana terhadap tindakan Belanda yang makin intensif mencampuri urusan keratin b) Adanya kebencian rakyat pada umumnya dan para petani khususnya akibat tekanan pajak yang sangat memberatkan c) Adanya kekecewaan dari P. Diponegoro karena tidak diangkat menjadi pengganti raja melainkan hanya sebagai wali raja 2. Rencana pembuatan jalan melalui makam leluhur P. Diponegoro yang terletak di Tegalrejo. Tanpa meminta ijin kepada P. Diponegoro, Belanda memasang patok – patok sebagai tanda akan dibangunnya jalan tersebut. Pangeran Diponegoro Kyai Mojo Sentot Ali Basah Prawirodiorjo Pangeran Mangkubumi Surya Alam Jenderal De Kock Kolonial Belanda Pada 1828 Kyai Mojo menyerah himgga pasukan P. Diponegoro melemah, Disusul kemudian oleh Sentot Ali Basah, P. Mangkubumi dan putranya P. Dipokusumo juga menyerah. Pada 28 aret 1830 diadakan perundingan di Magelang sebagai siasat belanda untuk menangkap P. Diponegoro. 13 Perang Tapanuli 1878 – 1907 1. Belanda menduduki wilayah Tapanuli dengan disertai penyebaran agama Nasrani secara paksa 2. Belanda ingin mewujudkan “ Pax Neerlandica “, yaitu upaya mencapai perdamaian untuk melindungi kepentingan modal Belanda. Hans Christoffel Sisingamangaraja XII Kolonial Belanda Pada 17 Juni 1907, Sisingamangaraja XII tertembak dan gugur enmasmaulrez.blogspot.co.id/2011/11/perlawanan-rakyat-indonesia-terhadap.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar