Senin, 23 November 2015

sejarah

Definisi Sejarah - Secara etimologi katasejarah itu sendiri  berasal dari bahasa Arab syajarah yaitu dari kata syajaratun yang artinya pohon. Di Indonesiasejarah dapat berarti silsilah, asal-usul, riwayat, dan jika dibuat skema menyerupai pohon lengkap dengan cabang, ranting, dan daun. Di dalam kata sejarah tersimpan makna pertumbuhan atau silsilah. Pada masa sekarang ini, untuk kepentingan tertentu kita memerlukan keterangan riwayat hidup. Kata riwayat kurang lebih berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Sedangkan kata hikayat (yang dekat dengan kata sejarah), artinya cerita tentang kehidupan, yaitu yang menjadikan manusia sebagai objeknya, disebut juga biografi (bios itu artinya hidup, graven artinya menulis). Jadi, cerita yang berkisar mengenai kehidupan penulis yang ditulis oleh diri sendiri atau pelakunya sendiri disebut autobiografi.
Dalam bahasa Arab kata “kisah” yang umumnya menunjuk ke masa lampau, justru lebih mengandung cerita yang benar-benar terjadi pada masa lampau, yakni sejarah. Di dalam bahasa-bahasa nusantara ada beberapa kata yang kurang lebih mengandung arti sejarah ialah “babad”, yang berasal dari bahasa Jawa “tambo”, bahasa Minangkabau “tutui teteek”, bahasa Roti “pustaka” atau “cerita”.
Barangkali kata babad ada hubungannya dengan kata “babad” bahasa Jawa dalam arti “memangkas”. Hasil pembabadan ialah suasana terang, dengan demikian babad dalam artisejarah bertugas untuk menerangkan suatu keadaan. Untuk lebih memahami secara lebih mendalam, maka mari kita simak definisi sejarah di negara lain. Perkataan sejarah dalam bahasa Belanda ialah geschiedenis (dari kata geschieden = terjadi). Sedangkan dalam bahasa Inggrissejarah disebut history, (berasal dari bahasa Yunani “historia” yang berarti apa yang diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu. Sejarah berarti peristiwa yang terjadi dalam masyarakat manusia di masa lampau.
Selanjutnya, mari kita perhatikan beberapa pendapat mengenai definisi sejarah yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Dengan penyajian beberapa definisi sejarah dari beberapa ahli, dapat dijadikan bahan perbandingan menuju ke arah definisi sejarah yang sempurna dan benar, serta memiliki kesadaran sejarah yang mendalam. Beberapa definisi sejarah yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.
Definisi Sejarah
1. Roeslan Abdulgani,
mengemukakan bahwa sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhanperkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan.
Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam penyelidikan masa silam tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari perspektif masa depan.
2. Moh. Yamin, SH,
Memberikan definisi sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
3. Thomas Carlyle,
Memberikan pengertian  sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.
4. Herodotus,
Ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
5. Ibnu Khaldun,
Mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.A. Fungsi Umum
Fungsi umum sejarah adalah sebagai sumber pengetahuan sejarah (sebagai kisah) merupakan media untuk mengetahui masa lampau, yaitu mengetahui peristiwa – peristiwa penting pada masa lampau dengan perbagai permasalahannya. Peristiwa yang menjadi objek sejarah syarat dengan pengalaman penting manusia yang penting artinya sebagai pelajaran.
Fungsi Dan Kegunaan Sejarah :
a. Sejarah itu membangkitkan imajinasi memperluas wawasan intelektual.
b. Memperdalam simpati.
c. Membantu mengendalikan yang sebenarnya dalam mimpi.
d. Wahana ideal untuk mendidik manusia agar berpikir secara bebas mengajarkan kepada masyarakat cara berfkir mmeningkatkan kreatifitas.
e. Memberikan pelajaran untuk mengenal dirinya sendiri. 
B. Fungsi khusus
Fungsi husus yaitu fungsi sejarah secara lebih luas fungsi khusus sejarah terbagi atas fungsi intrinstik ( fungsi hakiki, fungsi yang melekat pada dirinya) dan fungsi ekstrinsik ( Fungsi keluar darinya).
Fungsi intrinsik
Ada beberapa fungsi intrinsik sejarah, akan tetapi fungsi instriksik sejarah yang paling utma adalah sebagai media untuk mengetahui masa lampau dan sebagai ilmu.
Fungsi ekstrinsik
Sama halnya dengan ilmu – ilmu lain sejarah sebagai ilmu memiliki fungsi ekstrinsik. Fungsi sejarah yang penting untuk dipahami adalah fungsi eduktif, fungsi eduktif sejarah mencakup :
a. Pendidikan Nalar ( penalaran ) 
b. Pendidikn moral
c. Kebijak sanaan 
d. Pendidikan politik
e. Perubahan 
f. Pendidikan masa depan 
g. Sebaga ilmu bantu
a. Pendidikan Nalar ( Penalaran)
Mempelajari sejarah secara historis, untuk menulis sejarah secara ilmiah, akan mendorong meningkatkan daya nalar orang yang bersangkutan. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
1. Sejarah sebagai ilmu menjelaskan latar belakang terjadinya suatu peristiwa. Ternyata penyebab terjadinya suatu peristiwa tidak hanya satu faktor, melainka bebeapa faktor yang saling berkaitan. Contoh terjadinya peristiwa G.30.s/pki 1965, berarti sejarah mendidik orang berfikir pluricausal ( multi dimensional ) bukan berfikir plurikausal dalam bahasa/ budaya sunda berfikif plurikausal idetik dengan “Boga Pikiran Rangkepan”
2. Sejarah sangat memphatikan waktu atau kronologisdiakroni. Berarti sejarah mendidik kita memliki daya nalar untuk memperhatikan waktu dalam menjalani kehidupan.
3. Sejarah harus ditulis berdasarkan fakta akan tetapi tidak semua sumber mmuat fakta, dan tidak setip fakta adalah fakta sejarah. Berarti sejarah mendidik kita untuk memiliki daya nalar yang dilandasi oleh sikap kritis.
b. Pendidikan Moral
Sejarah sarat denganpendidikan moral, karena sejrah mengungkap peristiwa yang pada dasarnya memuat dua sifat, yaitu baik dan buruk, benar dan salah, berhak dan tidak berhak, cinta dan benci dll.
c. Pendidikan Kebijaksanaan. 
Peristiwa atau masalah tertentu baik secara tersurat maupun tersirat menunjukkan adanya kebijakan atau kebijaksanaan. 
Kebijaksanaan pada masa lampau sangat mungkin dijadikan bahan acuan dalam menghadapi kehidupan dimasa kini, berarti sejarah memiliki fungsi pragmatis.
d. Pendidikan Politik.
Sejarah mengandung pendidikan politik karena peristiwa tertentu menyangkut tindakan politik atau kegiatan bersifat politik.
e. Pendidikan Mengenai perubahan.
Sejarah adalah proses yang menyangkut perubahan, pada dasarnya kehidupan manusia terus berubah walaupun kadr perubahan dari waktu kewaktu tidak sama, perubahn itu terjadi karena disengaja atau tidak disengaja. 
f.Pendidikan Mengenai Masa Depan.
Dengan mempelajari sejarah secara baik dilandasi oleh sikap kritis, akan dapt memprediksi bagaimana kira – kira kehidupan dimasa depan ( Sejarah Pedoman Untuk Membangun masa depan )
g.Sejarah Sebagai Ilmu Bantu.
Fungsi edukatif sejarah juga ditunjukkan oleh sejarah sebagai ilmu bantu. Sejarah sebagai pengetahun dan ilmu dapat membanu menjelaskan permasalahan yang dikaji oleh ilmu – ilmu lain misal ( antropologi, sosiologi, ekonomi, politik, Hukum dll. 












Tidak ada komentar:

Posting Komentar